X
Vindate Interior Architecture (Style&decor; Issue 59)
Vindate Interior Architecture
KONSULTAN DESAIN


Sejak 2010 Hans Susantio, Rio Maximillian, dan partner membangun Vlndate Interior Architecture, konsultan yang bergerak di bidang desain. "Rio sebagai arsitek, saya sebagai desainer interi01; dan salah satu rekan untuk bagian management perusahaan; papar Hans Susantio, yang mulai mendesain dan berkarya sejak masih di bangku kuliah. Nama Vindate berasal dari bahasa Sanskrit yang artinya enjoy. Pertemuan Hans dan Rio ditahun 2008 membuat Vindate tak pernah berganti rekan hingga saat ini. Perbedaan bidang masing-masing pendiri membuat perusahaan sating melengkapi dengan output berbagai hasil desain yang memukau.

Terdapat sebuah proyek yang membanggakan bagi Vindate. Ialah saat membuat Cafe Aprez, Pakubuwono, Jakarta. "Proyek ini dikatakan sern karena proses tender melibatkan lima firma besar, dan kita termasuk didalamnya;' seru Hans, yang memiliki wish list ingin berkolaborasi dengan David Collins. Seiring berjalannya waktu, bukan hanya desain interior dan arsitek yang dikerjakan oleh firma yang berlokasi di Jakarta Pusat ini. Sebuah artwork bernama Mandala yang dikaryakan di tahun 2015 ini sudah dikenal ke mancanegara. Artwork terinspirasi dari filosofi jaman Majapahit, dan memberikan nuansa yang kental dengan perpaduan budaya. Sejak 2016, Vindate juga meluncurkan lini terbarunya di bidang desain produk, yakni Poros Living. Terna yang diangkat adalah east and west style. Berbeda dengan ciri khas gaya desain Vindate. "Indonesia kontemporer. Kontemporer gaya Vindate menggabungkan art-deco dan Indonesia sounds odd. Inilah signature style kami;' jelas sang desainer yang mengidolakan Jaya Ibrahim dan Hadiprana.

Hans dan Rio berbagi tips unn1k menata storage dalam hunian. Keduanya sepakat bahwa hal ini merupakan bagian dari space planning. Kamuflase wardrobe menjadi trik yang sering dilakukan Vindate saat merancang apartemen. Ruangan yang terlihat seperti dinding membuat storage berhasil disembunyikan tanpa mengurangi fungsinya. Berbeda halnya dengan rumah tapak yang dapat dibuat gudang.

Sebuah pesan yang disampaikan Hans, pemilik studio Vindate, adalah ia selalu memberikan kebebasan kepada para timnya saat mendesain sesuai versinya masing-masing. Namun hasil akhir memiliki benang merah yang sama!'Saya pun tidak pemah memaksakan harus langgam seperti apa kepada klien. Bagaimana pun klien yang akan menempati dengan durasiwaktuyanglama.Sehingga harusmemberikan kenyamanan bagi mereka;' tutup Hans Susantio.

<
>
Other News