X
SUI GENERIS (Style&Decor; Issue 60)
Sui Generis
Melahirkan keunikan melalui karya seni dan sentuhan
tema warna monokrom. Vindate menciptakan sebuah
hunian di Jakarta ala apartemen Modern di New York.

“Penggunaan marmer kami seleksi dengan sangat baik, dari backwall televisi di area living room hingga meja dapur”

Konsep desain merupakan satu bagian penting ketika membangun interior sebuah rumah. Acuan desain seseorang tentu bergantung pada selera masing-masing. Terdapat banyak variasi gaya mendesain rumah, seperti klasik, vintage, retro, atau industrial. Ada pula gaya

desain dan arsitektur dengan pendekatan gender. Karena itu, ada desain rumah bergaya feminin, dan ada pula yang bergaya maskulin. Walau di jaman modern seperti sekarang ini, rumah bergaya maskulin tidak berarti harus dimiliki pria. Kembali lagi ke selera dan patokan gaya hidup pemilik rumah. Karya desain interior elegan ini dirancang oleh firma Vindate Interior & Architecture. Sebuah hunian berupa apartemen di salah satu wilayah mewah di Jakarta Selatan yang dimiliki oleh seorang wanita karir dengan gaya hidup metropolis.

Hans Susantio adalah pendiri sekaligus principle desainer dari Vindate Interior & Architecture, ia sudah mengenal kliennya selama dua tahun. Vindate mendesain hunian ini yang disesuaikan dengan gaya hidup sang pemilik, dengan tidak menggunakan terlalu banyak detail. Dari awal mengerjakan proyek ini, keikutsertaan klien hanya sebatas moodboard, dan ketika mulai memasuki proses mendesain, sang klien mempercayakan kepada firma Vindate seutuhnya. Secara konsep, Hans ingin membangun sebuah hunian bergaya New York dengan sentuhan Art Deco. Kombinasi antara gaya hidup pemilik rumah yang dinamis dengan skema warna monokrom, dan sedikit komposisi warna membuat hunian terlihat mewah dan streamline. Permainan warna lebih banyak terlihat pada pilihan artwork dan loose furniture. Secara keseluruhan, walau apartemen ini dihuni oleh wanita, bisa dibilang penggunaan warnanya

cukup maskulin. Selain perpaduan warna monokrom, aksen maskulin lainnya juga dapat terlihat pada pemasangan detail stud di beberapa area seperti area kamar tidur.

Memiliki luas 170m², awalnya apartemen ini memiliki dua kamar tidur, namun salah satu kamar sengaja dirubah menjadi ruang kerja. Kecintaan pemilik terhadap artwork menjadi alasan mengapa begitu banyak elemen seni pada hunian. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah aplikasi lukisan besar yang tidak digantung di dinding, melainkan pada plafon. Detail desain yang tidak terduga menjadi hal yang dipadukan sangat pintar oleh Vindate. Contohnya, pertemuan marmer dengan duco yang kemudian dikombinasikan dengan stud misalnya. Sementara pada gagang pintu, Vindate menggunakan batu alam asli sehingga tiap gagang memiliki bentuk yang tidak sama. Keberagaman detail tersebut membuat rumah memiliki kesan unik dan spesial.

Menggunakan berbagai pilihan brand terbaik seperti lampu Vibia, meja Poltrona Frau, Bang&Olufsen;, antique grey mirror di pantry, rug Stepevi di living area, dan konsol televisi Forme, menghiasi interior. Kombinasi antara furnitur custom dengan berbagai brand internasional memancarkan kesan chic pada desain. Produk brand internasional dijadikan aksen, selebihnya perabot custom kian membentuk karakter interior. Baik wallpaper maupun lantai menggunakan warna bernuansa monokrom. Sementara polesan warna terang didapat dari item furnitur, seperti sofa berwarna biru dan kursi berwarna champagne gold. Material marmer memiliki banyak peran pada interior. “Penggunaan marmer kami seleksi dengan sangat baik, mulai dari backwall televisi pada area living room hingga meja dapur,” ungkap Hans.

<
>
Other News